Friday, 2 March 2012

AGAMA di Asia Tenggara

Agama Islam di Asia Tenggara 

Surah pertama dalam manuskrip al-Qur'an oleh Khattat Aziz Efendi

Menurut Majlis Islam Victoria ICV, para sejarawan berdebat "bahawa pada permulaan abad kesembilan para saudagar dan pelayar Arab, (dan umat Islam lain) telah bermula untuk mendominasi Nanhai (Guangzhou) atau Perdagangan Asia Tenggara." Ia bermuncul suatu tanah jajahan umat Islam asing pada pantai barat Sumatra pada 674 AM, penelokaan Islam lain bermula untuk bermuncul selepas 878 AM apabila Islam secara membesar mengambil akar firm di kalangan kaumnya. Agama ini tidak disebar ke bahagian-bahagian penting lain pada penduduknya hingga abad ke-12.

Islam di Asia Tenggara adalah pelbagai muka dan pelbagai lapis. Terjemahan lain pada agama ini menyebabkan suatu kepelbagaian kumpulan. Di Indonesia, Nahdlatul Ulama yang preaches berhampiran dengan mazhab Shafi`i pada accretion hukum dan Muhammadiyah yang kelihatan luar adalah lebih modernis bercampuran dengan pemikiran Islam. Bersamaan dengan dua kumpuan utama lain, kumpulan lain Islam juga memainkan suatu peranan besar dalam masyarakat Inonesia dan politik dan ekonomi dengan pengikut mereka membentukkan kumpulan-kumpulan sivil dan parti-parti politik Islam.

Sejak lewat 1970an, resurgence Islam mengambil tempat di daerah itu. Gerakan dakwah mencendawan di sepanjang Asia Tenggara. Gerakan ini pada umumnya, bertujuan untuk mencipta suatu pengenalan Islam kuat di kalangan umat Islam. Sebagai suatu sebab, Islam bermula untuk menganggap suatu peranan lebih besar dalam hidup awam, di garis bawah oleh pemakaian bertambahan pada hijab di kalangan wanita Islam. Kebesaran ekonomi menyebabkan dalam affluence modest yang diterjemahkan dalam pelaburan lebih beragama seperti haji dan sastera Islam. Kerajaan Malaysia juga mempromosikan Islam melalui polisi Islamisasi meliputi masyarakat, ekonomi dan pendidikan dan pada terkininya, Islam Hadhari.



Indonesia adalah negara Islam terbesar kini..........
 

Agama Hindu di Asia Tenggara

Krishna Dwaipayana Wyasa, seorang Maharesi yang mengklasifikasi kitab Weda.

 
Agama Hindu dan Vaidika-Dharma adalah sebuah agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini. Agama ini merupakan agama ketiga terbesar di dunia setelah agama Kristen dan Islam dengan jumlah umat sebanyak hampir 1 miliar jiwa.

Omkara. Aksara suci bagi umat Hindu yang melambangkan "Brahman" atau "Tuhan Sang Pencipta".

Penganut agama Hindu sebagian besar terdapat di anak benua India. Di sini terdapat sekitar 90% penganut agama ini. Agama ini pernah tersebar di Asia Tenggara sampai kira-kira abad ke-15, lebih tepatnya pada masa keruntuhan Majapahit. Mulai saat itu agama ini digantikan oleh agama Islam dan juga Kristen. Pada masa sekarang, mayoritas pemeluk agama Hindu di Indonesia adalah masyarakat Bali, selain itu juga yang tersebar di pulau Jawa,Lombok, Kalimantan (Suku Dayak Kaharingan), Sulawesi (Toraja dan Bugis - Sidrap).


Agama Buddha di Asia Tenggara

Patung Buddha Tian Tan. Vihara Po Lin, pulau Lantau, Hong Kong

 
Agama Buddha lahir di negara India, lebih tepatnya lagi di wilayah Nepal sekarang, sebagai reaksi terhadap agama Brahmanisme. Sejarah agama Buddha mulai dari abad ke-6 SM sampai sekarang dari lahirnya Siddharta Gautama. Dengan ini, ini adalah salah satu agama tertua yang masih dianut di dunia. Agama Buddha berkembang dengan unsur kebudayaan India, ditambah dengan unsur-unsur kebudayaan Helenistik (Yunani), Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Tenggara. Dalam proses perkembangannya, agama ini praktis telah menyentuh hampir seluruh benua Asia dan telah menjadi agama mayoritas di beberapa negara Asia seperti Thailand, Singapura, Kamboja, Myanmar, Taiwan, dsb. Pencetusnya ialah Siddhartha Gautama yang dikenal sebagai Gautama Buddha oleh pengikut-pengikutnya. Ajaran Buddha sampai ke negara Tiongkok pada tahun 399 Masehi, dibawa oleh seorang bhiksu bernama Fa Hsien. Masyarakat Tiongkok mendapat pengaruhnya dari Tibet disesuaikan dengan tuntutan dan nilai lokal.

Setiap aliran Buddha berpegang kepada Tripitaka sebagai rujukan utama karena dalamnya tercatat sabda dan ajaran sang hyang Buddha Gautama. Pengikut-pengikutnya kemudian mencatat dan mengklasifikasikan ajarannya dalam 3 buku yaitu Sutta Piaka (kotbah-kotbah Sang Buddha), Vinaya Piaka (peraturan atau tata tertib para bhikkhu) dan Abhidhamma Piaka (ajaran hukum metafisika dan psikologi).


No comments:

Post a Comment

Post a Comment